Menuju Pagi Tanpamu

Hal yang paling membosankan adalah menuju pagi dengan terjaga, begitu kata kata seorang bujangan, dihari sabtu menjelang minggu, yang selalu terlihat sendiri.
Entah kenapa hari Sabtu ini, pada tanggal 05 Oktober 2013, tidak kuasa diriku untuk bisa keluar rumah dengan leluasa seperti hari – hari biasa nya. Tersentak dan terguncang, merasakan kesepian ini, dalam hati aku bergumam, “Kenapa aku menjadi kesepian seperti ini, ini bukan aku yang biasanya, aku yang dahulu selalu lepas dan tidak pernah betah dirumah, menjadi orang yang selalu betah dirumah”.

Menorehkan tulisan ataupun membaca buku – buku yang ada dikamar, dan membayangkan sambil berbicara dengan kamu, dibioskop dan restoran sampai subuh. Sungguh imajinasi yang luar biasa. Bukan seakan imajinasi itu terjadi, tapi benar benar seperti kenyataan. Melihatmu, mendengar suaramu, senyum dan tawamu menggaung ditelinga, mata dan seluruh indera ku, bahkan indera keenamku merasakan kamu hadir dihadapanku.

Tanggal 06 Oktober 2013. Lantunan adzan subuh terdengar dari masjid didekat rumahku, itulah saat – saat dimana halusinasi tubuh halus mu mulai meredup dan mulai menghilang. Deg, bayanganmu hilang sirna saat itu jua. Mulailah badanku, seluruh anggota badan menggeliat dan bergerak menuju kamar mandi. Untuk wudhu dan melaksanakan ibadah sholat subuh.

Dan terjadi lagi, aku yang melakukan sholat subuh di kamar sendiri, tiba tiba merasakan bayangan dan tubuh halusmu, seakan menjadi makmumku, setelah aku membaca al fatihah, bisikan halus dan lirih mengiang seakan membalas surat al fatihah ku dan meneriakkan “aamiin” dalam dua rakaat sholat subuhku.

Dzikir singkat dan doa doa kulantunkan meminta ampun pada dosa dosa ku, orang tua ku, keluarga ku dan teman teman ku. Meminta panjang umur, rezeki yang barokah, keselamatan dunia dan akhirat, dan lain lain.

Pemanasan singkat aku lakukan untuk persiapan jojing di salah tempat wisata di batam yang bernama occarina, dan sarapan pecel sayur dan susumanis ditempat makan setempat. Lagi lagi aku merasakan sensasi seakan kamu menemaniku dalam sarapanku. Akh, pikiran ini seakan bergerak menuju kearahmu, karena aku membayangkan dan merasakan, kamu selalu ada disisiku. Walau pada kenyataannya, aku belum menjemput tubuh kasar mu, untuk bisa selalu bersama ku.

Dan terkantuk aku, setelah menulis singkat tentang kejadian dari sabtu hingga minggu pagi ini. Tak terasa dan tiba tiba aku sudah kembali di rumah, seakan perjalanan dari batam center “occarina” menuju sei harapan “sekupang”, terlewatkan begitu saja. Ya sudahlah, mungkin ini akibat menonton film Insidous 2 bersama sama rekan rekan dari komunitas ku, yaitu komunitas Bengkel Sabda. Dimana film tersebut merincikan bagaimana seorang anak dalam tidur dan bermimpi, tubuh halus nya bisa berjalan jalan kemana mana.

  • Leave Comments